Jumat, 12 April 2013

4 DIAGRAM - DIAGRAM PENGANTAR STATISTIK PENDIDIKAN


A.    Diagram lingkaran
MENENTUKAN BANYAK DATA DARI DIAGRAM LINGKARAN

Sebuah data dapat disajikan dalam berbagai bentuk diagram, salah satunya dalam bentuk diagram lingkaran. Penyajian data dalam diagram lingkaran terbagi atas beberapat juring/sektor yang dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%) dan dapat pula dinyatakan dalam bentuk besar sudut.
Dari besarnya persentase atau besarnya sudut kita dapat menentukan besarnya nilai data atau frekuensi dari suatu data tertentu. Satuhal yang perlu diingat adalah jika juring/sektor dinyatakan dalam persen maka untuk satu lingkaran penuh adalah 100% dan jika setiap juring/sektor dinyatakan dalam derajat maka besarnya sudut dalam satu lingkaran penuh adalah 360 derajat.

Menghitung nilai data atau frekuensi data pada diagram lingkaran dalam bentuk % (persen).
Contoh 1.
Perhatikan gambar berikut !
Diagram lingkaran di bawah ini adalah banyaknya buku pelajaran yang ada di perpustakaan. Jika semua buku pelajaran yang ada di perpustakaan berjumlah 200 buku, maka kita dapat menentukan banyaknya buku-buku pelajaran tiap mata pelajaran yaitu sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyK63vQlETJsBr1YR_NMrtQr3ZqEFNZ6aH7F56FBLMRE1S2HFlPUnpwQDlFe4aaF2aiI4yIUJFE8QUy4yD4E9CxenCnmP0kpW6izlC5ywmxNk2GEtI-s0jX-A2C8aJZjXgoNSQGuVsr9g/s1600/DIAGRAM+LINGKARAN+1.png
a. Banyaknya buku PPKn = 10% X 200 buku = 10   X 200 = 20 buku
                                                                100
b. Banyaknya buku IPA  = 25% X 200 buku =  25   X 200 = 50 buku
                                                                 100
c. Banyaknya buku IPS  = 15% X 200 buku = 15   X 200  = 30 buku
                                                               100
d. Banyaknya buku Bhs Ind = 20% X 200 buku = 200  X 200 = 40 buku
                                                                     100
e. Banhyaknya buku Matematika = 30%  X 200 buku =  30    X 200 buku = 60 buku .

Contoh 2.
Perhatikan diagram lingkaran berikut !
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6pFkvtwzgH_KU3I8ZuzwaXdxzFO5fqIpL7QEA-7HRAwotYJkFuWiWLZPTacAjHb4voOXCvIbkI6QDJHSnFlPHC1VXr6sueevyuFdST7kHUx4lSLCwbSDIt-bvzg1Dy_3K5UvJtVFe9Rg/s1600/diagram+link+3.png

Diagram lingkaran di samping adalah data pekerjaan penduduk sebuah desa yang dinyatakan dalam bentuk persen (%). Jika diketahui banyak buruh ada 60 orang maka kita dapat menghitung data pekerjaan yang lain yaitu sebagai berikut :
a. TNI (15%) =   15   X  60 orang = 45 orang
                         20
b. Petani (40%) =   40    X 60 orang = 120 orang
                            20
c. Pengusaha (25%). Ingat satu lingkaran penuh adalah 100%. (Jika buruh 20%, TNI 15% dan petani 40% maka sisanya adalah 25% untuk pengusaha).
Jadi banyaknya pengusaha (25%) =   25    X  60 orang = 75 orang
                                                     20
d. Jumlah seluruh pekerja adalah 100    X 60 orang = 300 orang
                                                  20

Menghitung nilai data atau frekuensi data pada diagram lingkaran yang dinyatakan dalam derajat.

Contoh;

     Di bawah ini adalah diagram lingkaran tentang banyaknya siswa yang mengikuti eskul di SDN. Indah 01.
Dari diagram ini jika diketahui jumlah seluruh siswa yang mengikuti eskul 720 orang, maka kita dapat menghitung jumlah siswa untuk tiap-tiap eskul yang diikuti, yaitu sebagai berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJRtCnLC62s2INk7hvZAuoOC-e_WHHuVfYhS3PmTPoGbXLtI41Ybi4-45GiX1lBwAiCqPwPaRJ_78sFiEr3rUnQ6q6nGMZl4P6KIqohemdepYnTUdOLFc4F4YwRgbkpmOKGee5vv2OqYs/s1600/DIAGRAM+LINGKARAN+2.png

a. Menari    72 derajat   X 720 siswa = 144 orang
                 360 derajat
b. Voli   36 derajat      X  720 siswa  = 72  orang
             360 derajat  
c. Menyanyi =   126 derajat   X   720 siswa = 252 orang
                       360 derajar

d. Melukis   72 derajat     X  720 siswa = 144 siswa
                 360 derajat
e. Sepak Bola 54 derajat yaitu 360 derajat satu lingkaran penuh - 306 derajat (menari, voly, menyanyi, dan melukis)    = 54 derajat.
Jadi banyaknya siswa yang ikut eskul Sepak bola adalah   54 derajat   X 720 siswa = 108 orang
                                                                                             360 derajat

B.     Diagram garis
Diagram garis merupakan diagram yang digunakan untuk menggambarkan keadaan yang serba terus atau berkesinambungan, misalnya produksi minyak tiap tahun, jumlah penduduk tiap tahun, dsb. Diagram garis juga memiliki sumbu datar dan sumbu tegak, dimana sumbu datar menyatakan waktu dan sumbu tegak menyatakan kuantum data.

Contoh dibawah ini menyatakan penggunaan barang di sebuah perusahaan selama tahun 1971 – 1980 yang diagramnya tertera dalam gambar 2.6.
  

PENGGUNAAN BARANG HABIS PAKAI DI PERUSAHAAN A
(DALAM SATUAN)
TAHUN 1971 – 1980


TAHUN
BARANG YANG DIGUNAKAN
1971
1972
1973
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
376
524
412
310
268
476
316
556
585
434
     Catatan : Data karangan
















https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcGmtki1XvvRcM9WVJmd-mwF9lZS5CCIYcZp49y3YeH0X2sofniSAuNRB3xaUEgL2Y4P9xdT_sXRuamkWnxdCtuFVIcr_Kc51DCfMQOQR5OIDYpsR6Ef6zYY57RPiuh5sHRS4vjkJeqAA/s640/garis+1.jpg


C.    Diagram Batang
Contoh Soal
Jumlah lulusan SMA X di suatu daerah dari tahun 2001 sampai tahun 2004 adalah sebagai berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4Dyyd_nUZ_47YOOG3ZPJEraOp1irMqeZDcb-LbZ4IUPoLEOd_Y-c3zodIIIvbYcIp5W-pGHwzFUer00VjEDGqfMjSiq1CkPraJF26LOMCMDFbr0AkbMDlvneVZQKTk9o2gnH0i4tB5i4/s200/contoh_soal_diagram_batang
Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram batang.
Penyelesaian
Data tersebut dapat disajikan dengan diagram batang sebagai berikut.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLbsGmpW-5x6ZjXgmeLiwFj98CYzI4LwIM_W3-iDvHtsU4vtV4-JKCxenh_GWmQ9TuhNOtPEwV70l0srs0-Fot5UujiIu_hyphenhyphenVyNfeFGeIjCB0NmqbQenQOsmsIdT2jwGqgp7GpAbMJuwM/s400/contoh_soal_diagram_batang2

Histogram
Contoh Soal
Data banyaknya siswa kelas 9 yang tidak masuk sekolah dalam 8 hari berurutan sebagai berikut.
histogram

Poligon Frekuensi
Berdasarkan contoh di atas dapat dibuat poligon frekuensinya seperti gambar berikut ini.
poligon frekuensi




Contoh Soal Hasil pengukuran berat badan terhadap 100 siswa SMP X digambarkan dalam distribusi bergolong seperti di bawah ini. Sajikan data tersebut dalam histogram dan poligon frekuensi.

contoh histogram
Penyelesaian Histogram dan poligon frekuensi dari tabel di atas dapat ditunjukkan sebagai berikut.
contoh histogram dan poligon frekuensi
Poligon Frekuensi Kumulatif
Contoh Soal
Hasil tes ulangan Matematika terhadap 40 siswa kelas 9 digambarkan dalam tabel di bawah.
a. Buatlah daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari.
b. Gambarlah ogive naik dan ogive turun.
poligon frekuensi kumulatif





jawaban soal frekuensi kumulatif

b. Ogive naik dan ogive turun data di atas adalah sebagai berikut.
ogive naik turun


D.    Diagram Lambang (Piktogram)

            Piktogram adalah penyajian data statistikdenganmenggunakan lambang-lambang. Meskipun penyajian data dengan piktogram itu sederhana, akan tetapi pemakaiannya sangat terbatas. Biasanya piktogram dipakai untuk menyajikan data yang nilainya cukup besar dengan nilai-nilai data yang telah dibulatkan.
            Diagram ini sering dipakai untuk mendapatkan gambaran kasar suatu hal dan sebagai alat visual bagi orang awam. Setiap satuan jumlah tertentu dibuat sebuah simbol sesuai dengan macam datanya. Kesulitan yang dihadapi pada diagram lambang ini adalah ketika menggambarkan bagian simbol untuk suatu hal yang tidak penuh.
            Gambar-gambar atau lambang-lambang yang digunakan dibuat semenarik mungkin, sehingga lebih jelas dan mampu mewakili jumlah tertentu untuk satu gambar dan lambang tersebut. Kelemahan dari diagram ini adalah kurang efisien tempat, serta sulit dalam penggambaran untuk nilai yang tidak penuh.
Contoh I :                            





            Berikut merupakan tabel frekuensi dari data hasil panen jagung dari tahun 2000-2007 yang disajikan dalam diagram lambang (piktogram). Dalam hal ini satu kantong mewakili 200 ton jagung.
Penyelesaian:
Diberikan tabel hasil panen jagung sebagai berikut.

                              Tabel hasil panen jagung tahun 2000 – 2007

Sumber : Data Karangan

Tabel di atas dapat disajikan dalam bentuk diagram lambang
sebagai berikut.
Jadi dari hasil panen jagung sebesar 12.200 ton tahun 2000-2007, hasil panen jagung terbanyak tahun 2006-2007 yaitu sebanyak 2000 ton jagung dan paling hasil paling sedikit tahun 2000

Contoh II :

Disuatu wilayah tertentu diketahui data banyak pesawat televisi dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1994. pada tahun 1990 ada 1.500 pesawat, tahun 1991 ada 2.000 pesawat, tahun 1992 ada 3.000 pesawat, tahun 1993 ada 4.250 pesawat, dan pada tahun 1994 ada 5.750 pesawat. Data banyak pesawat televisi dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1994 untuk wilayah tersebut dapat disajikan dengan piktogram sebagai berikut.





Gb. 1

 
 













Sumber : Data Karangan
 

      Keterangan “           = 1.000  pesawat”  disebut legenda. Dalam kasus ini, legenda menyatakan bahwa setiap satu gambar mewakili 1.000 pesawat televisi. Untuk menyatakan 250 pesawat televisi dapat dilambangkan dengan  gambar, 500 pesawat televisi dengan  gambar, dan 750 pesawat televisi dengan  gamba. Akan tetapi untuk meyatakan 40 pesawat televisi agak sulit untuk membuat gambarnya.
Jadi dari banyak pesawat televisi di wilayah X dari tahun 1990 - 1994, terlihat setiap tahun terjadi kenaikan kepemilikan jumlah pesawat televisi, terbanyak tahun 1994 sebanyak 5.750 pesawat dan paling sedikit tahun 1990 sebanyak 1500

Contoh III :

Pertumbuan kendaraan bermontor roda empat jenis sedan di suatu negara selama empat tahun (2000-2003) ditunjukkan pada tabel berikut (data hanya ilustrasi) :

Produksi kendaraan jenis sedan tahun 2000-2003 (ribuan unit)
Tahun
2000
2001
2002
2003
Produkasi (ribuan unit)
600
800
1000
1200
Sumber : Data Karangan

Hasil tersebut dapat digambarkan dalam bentuk piktogram sebagai berikut :
Produksi kendaraan jenis Sedan tahun 2000-2003
(ribuan unit)








      Pada dasarnya, penyajian data dalam bentuk piktogram memang menarik. Akan tetapi, penggunaan piktogram sangatlah terbatas. Misalnya pada Contoh Soal III, bagaimanakah cara menggambarkan piktogram Produksi kendaraan jenis Sedan tahun 2004 yang memiliki kendaraan jenis sedan sebanyak 1.227.000 unit ? Dapatkah kamu menggambarkannya?

Jadi dari 3600 produksi kendaraan jenis sedan di suatu negara tahun 2000-2003, terjadi kenaikan unit produksi setiap tahunnya, paling banyak tahun 2003 sebanyak 1200 ribu unit dan paling sedikit tahun 2000 sebanyak 600 ribu unit.

SIMPLE PAST TENSE DAN SIMPLE FUTURE TENSE


SIMPLE PAST TENSE DAN SIMPLE FUTURE TENSE


1.      Simple Past Tense

Formula untuk Simple Past Tense adalah:
Subject + Verb2 + Object + Modifier
Contoh:
  1. Farmers in Jati Bali grew rice crops 6 months ago. (Petani-petani di Jati Bali bercocok tanam padi 6 bulan yang lalu).
  2. Some students conducted research on vegetative plant propagations last year. (Beberapa siswa melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif tahun lalu).
  3. Transpiration started to increase 3 hours ago. (Transpirasi mulai meningkat 3 jam yang lalu).
Note: jika subject diikuti oleh adjective atau noun, gunakan be was jika subject-nya I, he, she, it atau noun yang dapat digantikan oleh he, she atau it, dan gunakan were jika subject-nya you, they, we atau noun yang dapat digantikan dengan you, they atau we.
Subject + (was/were) + adjective/noun
Contoh:
  1. He was poor. (Dia (dulu) miskin).
  2. She was a good dancer. (Dia (dulu) penari yang bagus).
  3. They were friends. (Mereka (dulu) berteman).

Penggunaan Simple Past Tense

1. Simple Past Tense digunakan untuk menyatakan kejadian-kejadian yang telah berakhir (completed action), yang terjadi pada waktu yang spesifik di masa lampau.
Contoh:
  1. I went to Kuta beach yesterday. (Saya pergi ke pantai Kuta kemarin).
  2. He was my boyfriend. (Dia (dulu) adalah pacar saya).
  3. The tsunami swept Banda Aceh and more than a hundred thousand people died. (Tsunami menyapu Banda Aceh dan lebih dari seratus ribu orang meninggal dunia).
  4. This plant was 1 meter tall last month but it is almost 2 meters now. (Tanaman ini setinggi 1 meter sebulan yang lalu tapi tingginya hampir 2 m sekarang).
  5. I was a very bad badminton player a year ago but I kick everybody’s ass now. (Saya (adalah) seorang pemain bulutangkis yang sangat jelek satu tahun yang lalu tetapi saya mengalahkan semua orang sekarang).




2. Untuk membuat sub-clause dari unreal conditionals tipe kedua, yaitu jika faktanya dalam simple present tense.
Contoh:
  1. If I had a pair of wings, I would fly as high as I could. (Jika saya punya sepasang sayap, saya akan terbang setingi saya bisa).
  2. If he were here now, he could help us solve this math problem. (Jika dia di sini sekarang, dia dapat membantu kita memecahkan soal matematika ini).
  3. If my English were very good, I wouldn’t need to read this. (Jika bahasa Inggris saya sangat bagus, saya tidak perlu membaca (tulisan) ini).
Note: Dalam unreal conditional sentence, be yang digunakan selalu “were“. Hal ini dibahas secara lebih detail dalam conditional sentences (part 2).
3. Untuk membuat kalimat tidak langsung (indirect speech) jika kalimat langsungnya (direct speech) menggunakan simple present tense.
Contoh:
  1. He said that he was tired. (Dia berkata bahwa dia lelah).
  2. She said that she couldn’t find her book. (Dia berkata bahwa dia tidak dapat menemukan bukunya).
  3. He said that he missed his girlfriend. (Dia bilang bahwa dia rindu pacarnya).

Modifier of time untuk simple past tense

Keterangan waktu yang sering digunakan dalam Simple Past Tense, antara lain:
  • yesterday (kemarin)
  • ago (yang lalu). Misalnya: a minute ago, two days ago, a week ago, three months ago, two years ago, etc.
  • last (yang lalu). Misalnya: last week, last year, last two days, last Monday, last December, etc.
  • this + morning/noon/afternoon/evening.
Note: walaupun ago dan last memiliki arti yang  sama, perhatikan perbedaan letaknya. Ago diletakkan setelah noun yang diterangkannya (i.e. noun + ago), sedangkan last diletakkan sebelum noun (i.e. last + noun).

Negative Form

Bentuk negatif dari kalimat dalam Past Tense dibuat dengan cara sebagai berikut:
  1. Tambahkan kata bantu did setelah subject.
  2. Tambahkan not setelah kata bantu did.
  3. Rubah verb2 menjadi verb1.



Jadi, setelah ketiga tahapan dilakukan, kalimat negatifnya akan mengikuti pola sebagai berikut:
Subject + (did) + not + Verb1 + Object + Modifier

Note: Jika kalimat positifnya menggunakan to be was atau were, kata bantu did tidak diperlukan. Yang perlu dilakukan di sini hanyalah menyisipkan  not setelah to be.
Contoh:
  1. I did not go to Kuta beach yesterday. (Saya tidak pergi ke pantai Kuta kemarin).
  2. The tsunami did not sweep Medan. (Tsunami tidak  menyapu Medan).
  3. This plant was not 2 meters tall last month. (Tanaman ini tidak setinggi 2 meter sebulan yang lalu).
  4. I was not a very good badminton player a year ago. (Saya tidak seorang pemain bulutangkis yang sangat bagus satu tahun yang lalu).

Yes/No Questions

Yes/No Questions untuk Simple Past Tense adalah sebagai berikut:
Did + Subject + Verb1 + Object + Modifier?
Note: Jika kalimat positifnya menggunakan verb be (i.e. was atau were), tempatkan verb be sebelum subject.
Contoh:
  1. Did farmers in Jati Bali grow rice crops 6 months ago? (Apakah petani-petani di Jati Bali bercocok tanam padi 6 bulan yang lalu?).
  2. Did some students conduct research on vegetative plant propagations last year? (Apakah beberapa siswa melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif tahun lalu?).
  3. Did transpiration start to increase 3 hours ago? (Apakah transpirasi mulai meningkat 3 jam yang lalu?).
  4. Weren’t you a bad badminton player last year? (Tidakkah kamu pemain bulutangkis yang jelek tahun lalu?).









1.     Simple Future Tense

Simple future tense dapat dinyatakan dengan menggunakan 3 pola berikut:
Subject + will + verb1+ object + modifier
Subject + [(is/am/are/) going to] + verb1+ object + modifier
Subject + (is/am/are/) + (verb1+ing )+ object + modifier
Note:
  • In American English, auxiliary shall (i.e. sepupunya will) sudah sangat jarang digunakan.Oleh karena itu, tulisan ini tidak membahas penggunaan shall.
  • Pola yang ketiga ini sama dengan Present continuous tense. Penggunaannya khusus untuk menyatakan aktivitas yang direncanakan  akan dilakukan. (Lihat penggunaan simple future tense yang kedua).
Contoh:
  1. Farmers in Jati Bali will grow rice crops next month. (Petani-petani di Jati Bali akan bercocok tanam padi bulan depan).
  2. Some students are going to conduct research on vegetative plant propagations next semester. (Beberapa siswa akan melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif semester depan).
  3. Transpiration will start to increase tomorrow morning. (Transpirasi akan mulai meningkat besok pagi).

Penggunaan Simple Future Tense

Simple Future Tense digunakan untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang akan terjadi/dilakukan di waktu yang akan datang, apakah 10 menit atau 1 jam yang akan datang, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Jika past tense menyatakan kejadian/aktivitas setelah now (past time), simple future tense menyatakan kejadian/aktivitas sebelum now (future time).
·         Berikut adalah 5 kategori penggunaan Simple Future Tense, yaitu:
1.      Untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang diprediksi akan terjadi/dilakukan.
Contoh:
  1. According to the weather forecast, it will rain tomorrow. (Menurut ramalan cuaca, besok akan hujan).
  2. None of us have done the homework the teacher told us to do. He will be very disappointed when he finds out.
  3. Ronny is going to come to my house at 7 o’clock tonight. I think Jeny, Ronny’s girlfriend, will come too.
  4. I will probably see Janet at the cafeteria at lunch
  5. The damage we do to our forest today will result in severe catastrophes sooner or later in the future.


Kelima contoh kalimat di atas juga dapat dinyatakan dengan pola yang kedua menjadi:
  1. According to the weather forecast, it is going to rain tomorrow. (Menurut ramalan cuaca, besok akan hujan).
  2. None of us did the homework the teacher had told us to do. He is going to be very disappointed when he finds out.
  3. Ronny is going to come to my house at 7 o’clock tonight. I think Jeny, Ronny’s girlfriend, is going to come too.
  4. I am probably going to see Janet at the cafeteria at lunch.
  5. The damage we do to our forest today is going to result in severe catastrophes sooner or later in the future.
2. Untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang direncanakan akan terjadi/dilakukan.
Jika aktivitas yang akan dilakukan telah direncanakan/diniatkan sebelumnya, gunakan pola yang kedua atau ketiga.
Contoh:
  1. Ronny is going to come to my house at 7 o’clock tonight.
  2. He has an appointment. He is going to meet his business partner at noon.
  3. I am going to go to the shopping mall. Do you want to go with me?
  4. The next world cup championship is going to be held in South Africa in 2010.
  5. He is going to leave for Bali tomorrow morning.
Kelima contoh kalimat di atas juga dapat dinyatakan dengan pola yang ketiga menjadi:
  1. Ronny is coming to my house at 7 o’clock tonight.
  2. He has an appointment. He is meeting his business partner at noon.
  3. I am going to the shopping mall Do you want to go with me?
  4. The next world cup championship is being held in South Africa in 2010.
  5. He is leaving for Bali tomorrow morning.
3. Untuk menyatakan kesudian/kesanggupan melakukan sesuatu.
Untuk kategori ini, gunakan pola yang pertama.
1)      Why don’t you ask John? He will happily help you do your homework.
2)      She will voluntarily teach us how to write in English well.
3)      Let’s go to the canteen. I will treat you. (Saya akan traktir kamu).
4)      You look thirsty. I will get a glass of water for you.
5)      I will open the door for you.




4. Untuk membuat main clause pengandaian yang bersifat hipotesa (hypothetical conditional); Artinya, apa yang akan terjadi pada main clause, tergantung pada apa yang terjadi pada anak kalimat (sub-clause) dari kalimat pengandaian tersebut.
Contoh:
  1. If she comes tonight, I will not go out. (Jika dia datang malam ini, saya tidak akan keluar rumah). Sebaliknya, jika dia tidak datang, saya akan keluar rumah.
  2. If you study hard, your English will steadily improve. (Jika kamu belajar keras, bahasa Inggris kamu akan terus meningkat).
  3. If we succeed, our parents will be very proud of us. (Jika kita sukses, orang-orang tua kita akan sangat bangga dengan kita).
  4. If you apply fertilizers optimally, the crop yields will increase. (Jika kamu mengaplikasikan pupuk secara optimal, hasil-hasil tanaman akan meningkat).
  5. If pests are controlled properly, there will be no failure in crop production. (Jika hama-hama dikendalikan secara tepat, tidak akan ada kegagalan dalam produksi tanaman).
5. Untuk membuat request dan command lebih formal atau lebih sopan.
Contoh:
  1. Will you take care of my plants while I am gone, please! (Tolong rawat tanaman-tanaman saya selama saya pergi!).
  2. Will you return my book tomorrow, please! I need to study it for the exam. (Tolong kembalikan buku saya besok. Saya perlu mempelajari untuk (mempersiapkan diri) ujian).
  3. Will you give me some sugar, please! (Tolong beri saya sedikit gula).
  4. Will you pick up the phone, please! (Tolong angkat telponnya).
  5. Will you go out with me tonight, please! (Pergilah kencan dengan saya malam ini).
Note: Simple present tense juga dapat digunakan untuk menyatakan future time, khusus untuk kejadian/aktivitas yang sudah terjadwal. Hanya ada beberapa verbs yang bisa digunakan di sini, antara lain:
open
close
begin
end
start
finish
arrive
leave
come
return
Contoh:
  1. I have to transfer money now but it’s already 2 o’clock. Don’t worry. You still have time. The bank closes at 4 o’clock.
  2. Classes begin next week.
  3. The train arrives at 11 p.m. tonight.
  4. The first flight leaves at 6 a.m. tomorrow.
  5. The ceremony starts at 11. It’s about in half an hour. (Upacaranya mulai jam 11. Kurang lebih setengah jam lagi).


Modifier of time untuk Simple Future Tense

Modifier of time (keterangan waktu)yang umum digunakan pada Simple Future Tense dapat berupa:
  1. singgle word : tomorrow (besok), soon (segera), tonight (sebentar malam). Note: Tonight bermakna future time jika pada saat mengekspresikan suatu kejadian/aktivitas belum malam (i.e. baru jam 5 sore, 2 sore, atau masih 10 pagi ect). Tetapi jika misalnya pada jam 8 malam anda sedang berduaan dengan pacar, tonight berarti malam ini (i.e. bermakna now). I am with my boy-/girlfriend tonight. I am so happy. Tonight is one of my greatest nights in my whole life.
  2. phrase : next week (minggu depan), next month (bulan depan), next year (tahun depan), etc.
  3. clause : when she arrives, if the rain falls tomorrow, etc. Remember: clause (i.e. adverbial clause) untuk simple future tense selalu dalam present tense. Jangan dinyatakan dalam future tense. INCORRECT jika when she will arrive; if the rain will fall tomorrow.

Negative Form

Bentuk negatif Simple Future Tense adalah dengan menambahkan not setelah will atau setelah be. Perhatikan pola berikut:
Subject + will + not + verb1+ object + modifier
Subject + [(is/am/are/) + not + going to] + verb1+ object + modifier
Subject + (is/am/are/) + not + (verb1+ing )+ object + modifier
Contoh:
  1. Farmers in Jati Bali will not grow rice crops next month (Petani-petani di Jati Bali tidak akan bercocok tanam padi bulan depan).
  2. Some students are not going to conduct research on vegetative plant propagations next semester (Beberapa siswa tidak akan melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif semester depan).
  3. Transpiration will not start to increase tonight. (Transpirasi tidak akan mulai meningkat malam ini).
  4. According to the weather forecast, it will not rain tomorrow.
  5. He will not be very happy when he finds out.
  6. I think Jeny, Ronny’s girlfriend, will not come.
  7. I will not probably see Janet at the cafeteria at lunch
  8. Ronny is not going to come to my house at 7 o’clock tonight
  9. He is not going to meet his business partner at noon.
  10. I am not going to go to the shopping mall.
  11. He is not going to leave for Bali tomorrow morning. etc.





Yes/No Questions

Yes/No Questions untuk Simple Future Tense adalah dengan menempatkan will atau be di awal kalimat (sebelum subject):
Will + subject + verb1+ object + modifier?
(Is/Am/Are/) + subject + [going to] + verb1+ object + modifier?
(Is/Am/Are/) + subject + (verb1+ing )+ object + modifier?

Contoh:
  1. Will farmers in Jati Bali grow rice crops next month? (Apakah petani-petani di Jati Bali akan bercocok tanam padi bulan depan?).
  2. Are some students going to conduct research on vegetative plant propagations next semester? (Apakah beberapa siswa akan melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif semester depan?).
  3. Will transpiration start to increase tomorrow morning? (Apakah transpirasi akan mulai meningkat besok pagi?).
  4. According to the weather forecast, will it rain tomorrow?
  5. Will he be very happy when he finds out?
  6. Will Jeny, Ronny’s girlfriend, come too?
  7. Will I probably see Janet at the cafeteria at lunch?
  8. Is Ronny going to come to my house at 7 o’clock tonight?
  9. Is he going to meet his business partner at noon?
  10. Are you going to go to the shopping mall?
  11. Is he going to leave for Bali tomorrow morning? etc.
Note: Bentuk negatif dan interogatif dari future time yang menggunakan pola present continous tense dan simple present tense mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah dibahas pada present continous tense dan simple present tense.